^^

Jumat, 07 September 2012

#30HariLagukuBercerita



FRIENDS? (FOREVER?)


“Mengapa harus dia, Vi?”
“Mengapa tidak? Aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu, dulu.”
Roman hanya bisa terduduk lesu mendapati kenyataan pahit seperti ini. Wanita yang telah ia puja selama ini telah menjadi milik orang lain. Vinia, sang gadis pujaan tampak membuang jauh-jauh tatap matanya ke depan. Matanya basah.
“Mengapa kamu tidak menungguku, Vi?’
“Mengapa kamu tidak mengatakannya lebih awal? Mengapa tidak pada saat lulusan itu?”
“Karena pada saat itu aku kira ini hanya rasa suka sesaat, Vi. Hanya sekedar rasa penasaranku kepada gadis termanis di sekolah kita. Kamu.”
“Bukankah sudah aku bilang, if you got something that you need to say, you better say it right now cause you don't have another day. Dan semua benar terjadi. Tak ada lagi hari itu. Aku sudah di miliki orang lain.”
“Tetapi aku ‘kan lalu mengatakannya, Vi.”
“Lewat telpon itu? Pengecut kamu Rom.”
Roman berdiri, mengeluarkan bungkus rokok dari saku bajunya. Mengeluarkan sebatang. Menyulutnya. Menghisapnya dalam-dalam. Menghembuskan nafasnya jauh ke depan kuat-kuat. Lalu ia tertawa.
“Lalu, mengapa harus dia?”
“Mengapa harus dia? Rom, cinta tak pernah kenal kata mengapa. Cinta bisa datang kepada siapa saja. Begitu saja.”
“Tetapi, mengapa harus dia? Mengapa harus laki-laki tua yang seharusnya lebih pantas menjadi ayahmu dari pada suamimu. Mengapa?” Suara Roman meninggi.
“Apa salahnya. Aku free. Dia free. Aku tidak pernah ada komitmen apapun dengan kamu. Benar ‘kan? Pun dengan dirinya. Dia sudah tidak lagi memiliki istri. Tidak ada yang salah bukan jika kami memutuskan untuk menikah dan hidup bersama.” Jawab Vinia berargumen.
“Tetapi mengapa harus dia. Arrghhh....” Roman membuang rokoknya yg tinggal seujung.
“Kita sudah dua puluh lima tahun, Roman. Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk menghadapi semua ini. Apalagi kamu lulusan luar negeri. Aku harap kamu bisa mengerti.”
Roman terdiam. Ada raut sesal tergambar dalam wajahnya yang menyusut kecut. Ah, andai waktu bisa diulang.
 “Di sini kalian rupanya.” Seorang lelaki paruh baya datang.
“Iya mas, ini aku ngobrol sama Roman.” Jawab Vinia.
“Rom, Ayah ada perlu sebentar dengan istri ayah. Itu di depan tamu ayah nanyain.”
Roman hanya bisa mengangguk.
“Mas masuk duluan saja ya, nanti aku susul.” Ucap Vinia.
Ayah Roman berjalan masuk ke dalam rumah. Vinia membereskan gelas-gelas dan toples roti dan di bawanya masuk ke dalam rumah. Sebelum hilang di balik pintu, Vinia menoleh ke arah Roman.
“Rom, kita masih teman bukan?” teriak pelan  Vinia.
Roman kembali hanya bisa mengangguk.
“Forever?”
Roman hanya bisa tersenyum.


Inspirasi lagu Graduation (Friends Forever) oleh Vitamin C.
Gambar dari desipainters.com