^^

Kamis, 18 Oktober 2012

#15HariNgeblogFFDadakan #D3


MENARI DI AKHIR FEBRUARI

Gerimis menari-nari di tengah terik hari kabisat ini. Seorang gadis cantik duduk manis di meja pinggir sebuah kafe. Matanya menerawang kosong menembus dinding kaca di depannya. Tampak sekali hatinya resah terlihat dari wajahnya yang gelisah.
Seorang pemuda turun dari sebuah taxi dan bergegas berlari ke dalam kafe. Matanya menyapu seluruh isi ruangan dan berhenti di meja pinggir dinding kaca. Tempat sang gadis duduk manis.
“Maaf aku terlambat. Hujan.”
Sang gadis tersenyum.
“Ada apa sayang, kamu kok menangis?”
Sang gadis menghela napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.
Pemuda itu menggeser kursinya merapat kepada sang gadis, kekasihnya.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku.”
“Raka, aku minta putus. Kita sudahi hubungan ini.”
Sang pemuda terkejut.
“Putus? Maksud kamu apa?”
“Ya kita putus. Selesai.”
“Alasannya? Hubungan kita baik-baik saja bukan?”
“Justru itu, hubungan kita terlalu baik. Flat. Membosankan. Boring, Ka.”
Flat? Lantas hubungan seperti apa yang kamu inginkan, Ayu?”
“Aku ingin kita putus.”
“Aku tidak mau. Sampai kamu memberi alasan yang masuk akal.”
“Aku sudah bosan dengan kamu, Raka. Aku sudah tidak mencintai kamu lagi seperti saat pertama kita bertemu.” Suara Ayu, sang gadis itu mulai meninggi.
“Ok. Entah apa yang membuatmu bisa berkata seperti itu aku tidak tahu. Tapi yang pasti, kamu bukan seperti Ayu kekasihku. Sekarang aku akan pergi. Aku minta kamu menenangkan diri. Dan setelah pikiran kamu juernih, Ayu kekasihku telah kembali, kita bertemu lagi untuk membahas ini semua.” Ucap pemuda itu panjang lebar. Lalu beringsut meninggalkan sang gadis seorang diri.
Plokk…Plokk…Plokk…
Suara tepukan tangan yang di buat-buat terdengar mendekat ke arah meja gadis itu.
“Tidak terlalu bagus, tapi lumayanlah. Cukup menarik.” Ucap seorang pemuda yang perlahan duduk di depan sang gadis.
“Puas kamu sekarang?!” Sang gadis berkata penuh emosi, air matanya perlahan mengalir membasahi pipinya.
“Hei… Kamu tidak lupa, kan? Siapa yang memulai ini semua. Kamu yang menginginkan aku. Aku hanya menurutimu saja.” Sang pemuda berkata dengan nada mengejek.
“Kamu… Kamu memang senang menari di atas penderitaan orang lain.”
“Sudahlah. Aku sudah menemukan tempat aborsi yang aman. Aku akan mengantarmu malam ini.”
Sang gadis itu berdiri.
“Kamu memang jahat, Rayi.”
Sang gadis terisak dan meninggalkan pemuda itu dengan kesalnya. Sang pemuda tersenyum-senyum. Tampak wajahnya begitu bahagia. Dendamnya akan segera terbalas.
Sementara di luar, tarian gerimis telah berubah menjadi hujan. Hujan lebat di tengah terik hari kabisat.

Painting belong to inkpaintwords

Rabu, 17 Oktober 2012

#15HariNgeblogFFDadakan #D2


SEBILAH BELATI BERKARAT

Kantor Polisi ini terasa semakin mencekam. Seorang ibu paruh baya tampak mondar-mandir di ruang tunggu itu. Ia terlihat begitu gelisah tak ubahnya seekor cacing kepanasan. Sementara seorang pemuda tanggung duduk santai di dekatnya. Seakan tak peduli dengan apa yang terjadi.
Kemudian, satu lagi pemuda tanggung yang wajahnya begitu mirip dengan pemuda satunya keluar dari sebuah ruangan bersama seorang pria setengah baya. Dari dandanannya, sepertinya si pria paruh baya itu adalah lawyer.
“Kakak, kamu tidak apa-apa nak?” tanya sang ibu cemas.
“Ya jelas tidak apa-apalah. Orang aku gak bersalah kok.” Jawab pemuda itu singkat dengan nada kesal.
“Syukurlah kalau begitu.” Sang ibu mulai tenang.
Raka, pemuda ini dimintai keterangan pihak kepolisian atas ditemukannya kerangka belulang manusia yang tenggelam di Danau Kalimaya. Kerangka itu di temukan oleh seorang pemancing yang iseng menyelam ke dasar danau. Kerangka itu dipastikan mati di bunuh karena ditemukan sebilah belati masih tersangkut di antara belulang dadanya. Kerangka itu telah dapat di identifikasikan. Seorang gadis belia bernama Rara Ayu Wangi. Pacar Raka. Mantan pacar Raka, tepatnya.
Sesampainya di rumah, Raka terduduk lesu. Ia masih tak percaya bahwa gadis yang sebenarnya masih dicintainya itu mati dengan cara yang tak wajar. Ia maklum sekali jika polisi mencurigainya sebagai tersangka karena ada motif yang masuk akal jika tuduhan itu mengarah kepadanya. Ia putus dengan gadis itu. Bisa saja polisi menduga pembunuhan itu berlatar belakang sakit hati. Namun bagaimana bisa Raka membenci gadis itu. Sampai sekarangpun, Raka masih mencintainya. Masih menginginkannya. Meskipun gadis itu telah mencampakkannya secara tiba-tiba dengan alasan absurd, setahun yang lalu. Lalu menghilang tanpa jejak seminggu setelahnya. Ternyata.
Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang membunuh gadis pujaannya itu. Pembunuh yang mengakhiri nyawanya dengan sebilah belati. Belati yang seperti ia sangat kenali. Belati berukirkan kalimat “Dagger of Brutus” itu tampak seperti familiar olehnya. Seperti ia sering melihatnya. Namun di mana.
“Hai Ka, aku turut berkabung untuk pacarmu ya.”
“Mantan, Rayi.”
“Tapi kamu masih mencintainya, kan?”
Raka hanya terdiam.
“Eh, aku pakai mobilnya ya, sebelum jam tujuh aku udah balik kok. Janji.” Ucap Rayi sambil tersenyum lucu. Membuat Raka tertawa.
Rayi adalah adik Raka satu-satunya. Banyak yang menganggap mereka kembar. Namun tidak. Mereka kakak beradik bukan kembar. Raka lebih dulu lahir, Rayi lahir setahun kemudian. Meski wajah mereka mirip, namun perangai mereka berbeda seratus delapan puluh derajat. Raka yang ramah dan murah senyum tak akan sama dengan Rayi yang sok cool terkesan angkuh. Namun, mungkin malah karena sikapnya yang misterius ini membuat gadis-gadis di kampus terpikat olehnya. Sudah menjadi rahasia umum jika Rayi adalah seorang playboy. Berbeda sekali dengan Raka yang setia.
“Iya, mobil itu kan mobil kamu juga.” Jawab Raka dengan tersenyum.
“Makasih kakak.” Sambut Rayi ceria.
Rayi bergegas masuk ke kamarnya. Mengemasi beberapa barangnya ke dalam tas. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak kayu antik dari dalam lemarinya. Membukanya. Tampak dua bilah belati tersusun rapi pada ceruk kotak tersebut. Ada satu ceruk yang kosong. Rayi tersenyum memandangnya. Lalu menutup kotak itu kembali. Memasukkannya ke dalam tas. Dan bergegas keluar dari kamarnya.
“Mama, adik jalan dulu.” Teriak Rayi sambil berlalu.

Painting belong to artfinder

#15HariNgeblogFFDadakan #D1


(BUKAN) CENAYANG

Aku selalu tak habis pikir dengan apa yang telah terjadi padaku setahun belakangan ini. Aku tidak bisa barang sedetikpun untuk untuk tidak melamunkannya. Saat aku terjaga, aku mengingatnya. Saat aku terlelap, aku impikan dia. Ahh, kemana Rayi Playboy yang dulu. Kemana bocah bengal yang suka main perempuan itu. Mati. Mungkin.
Hatiku seperti terjatuh dalam genangan cinta ini. Terjerembab dan sulit untuk bangkit. Namun aku menikmatinya. Aku menikmati setiap detik kasmaranku kepadanya. Aku terlalu menyukai gadis itu. Gadis yang setahun lalu bertemu di pantai ini. Di sini. Di atas tebing curam ini. Gadis yang pemberani. Padahal ketika itu aku menyangka dia akan berbuat bodoh. Lompat ke bawah misalnya. Ahh, goblognya aku. Mengapa begitu naif. Memangnya gadis yang berdiri di tebing tinggi harus selalu akan bunuh diri. Dasar dangkal.
Lalu, saat pertama kudengar suaranya. Bagai entah seperti suara merdu yang belum pernah ku dengar sebelumnya. Merdu mendayu. Bisikkan pembuluh rindu. Akupun terpesona. Hingga kami bisa renyah berbincang dan entah darimana dia seperti tahu siapa aku. Seorang player yang telah banyak menipu. Menipu gadis-gadis baik. Ahh, kamu seperti cenayang saja. Bisa membaca apa yang orang lain tak bisa.
“Aku bukan cenayang.” Bisiknya lembut di telingaku. Aku hanya wanita biasa yang dikirim untuk menghentikanmu. Begitu lanjutnya. Ahh, aku rela berhenti untukmu. Kamu, terlalu sempurna. Sepertinya aku jatuh cinta. Playboy jatuh cinta? Ya. Aku. Aku akan berhenti, dan menambatkan perahu hatiku berlabuh di dermaga cintamu.
“Belum lama kan Ray?”
Suara merdu itu muncul dari arah belakang. Aku telah sangat mengenalnya. Rara, gadis jelita penawan hatiku.
Segera aku berbalik, merengkuhnya dalam pelukku. Menciumnya dengan hebat seakan ini saat terakhir untuk bertemu.
Hey... easy, Boy.”
Dia tersenyum. Kami berdiri berhadap-hadapan. Ahh, matanya. Sekarang aku benar-benar telah terpenjara.
“Kamu siap, sayang?”
“Kapanpun kamu meminta.”
“Kamu siap berhenti, dan benar-benar mengakhiri petualangan cintamu.”
“Iya sayang. Kamu... kamu seperti cenayang saja. Selalu tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku akan berhenti. Mengakhiri petualangan cintaku. Di kamu.”
“Kamu itu ya, selalu saja bilang aku cenayang. Aku bukan cenayang. Aku Rara. Rara Kembang Mayang.
“Rara? Rara Kembang Mayang? Siapa itu, sayang?”
“Aku. Aku yang telah kamu ijinkan untuk menghentikanmu. Mengakhiri hidupmu. Bukankah aku sudah bilang pada awal kita bertemu. Aku dikirim untuk menghentikanmu.”
Aku samar mendengar kalimat terakhir yg di ucapkannya. Seperti ada benda tajam yang menembus di dada, merobeknya hingga tembus jantungku. Tiba-tiba aku gemetar, lemas, darah meruah dari dadaku. Kulihat dia tertawa. Entah apa maksudnya.
Aku semakin tersungkur. Penglihatanku mulai mengabur. Kudengar samar ia berbisik, “Aku bukan cenayang. Namaku Rara si Kembang Mayang. Aku dikirim untuk menghentikanmu.”
Gelap.

Painting belong to EIJIEL

Senin, 15 Oktober 2012

#CurhatSahabat


SIAPA SELINGKUH SIAPA

Gelap mulai merapat. Temaram cahaya lampu kafe ini tak bisa menyamarkan mata sembabku. Pun, dengan make-up hasil salon langgananku. Mereka semua kalah dengan sedihnya mata yang membengkak ini.
Aku masih sibukkan jemariku dengan tombol-tombol smartphoneku memainkan game favoritku. Sekedar untuk menghapus gundah yang menggayutiku sekarang. Aku di sini menunggu seorang pria brengsek. Namun aku mencintainya. Aku sudah bersamanya hampir lima tahun lamanya. Dan, sudah setahun belakangan ini kami telah serumah. Kumpul kebo. Kami belum menikah. Untuk apa, pikirku. Kita cukup bahagia dengan keadaan yang begini. Cukup.
Hingga, kemarin dengan mata kepala sendiri aku mendapatinya tengah makan malam di restoran paling mahal di kota ini. Candle light dinner. Siapa yang tidak panas coba. Ditambah dengan dirinya yang menyangkal kelakuannya ketika kutanya sesampainya di rumah. Namun, seketika bibirnya membisu saat aku tunjukkan foto-foto bukti perselingkuhannya. Bah! Dasar brengsek!
Waktu seakan berjalan melambat menuju pukul tujuh. Kenapa dia belum datang. Kita berjanji menyelesaikan semuanya malam ini. Di sini. Di tempat di mana dia memintaku menjadi belahan jiwanya. Shit! Jika ingat saat itu dan mendapati kenyataan sekarang aku langsung mual. Ingin segera muntah. Muntah ke mukanya.
Jam tujuh lewat lima menit, pria tinggi tegap berdada bidang memakai setelan rapi itu telah berdiri beberapa langkah di depanku. Di belakangnya berdiri sok manis perempuan yang akan  menghancurkan masa depanku itu. Damn, ingin rasanya mencakar perempuan sundal ini. Mengapa dia juga datang. Kepalaku langsung mendidih, untung hati mengingatkan untuk tetap tenang. Aku tidak mau berbuat kampungan di depan wanita kampung itu. Ya, dia berasal dari desa. Aku sudah menyelidikinya. Aku harus bersikap datar dan tenang.
“Belum lama menunggu, bukan?” ucapnya.
Aku tidak menyahut. Aku duduk kembali ke kursiku. Dia duduk di depanku. Perempuan jalang ini duduk di sampingnya. Bangsat!! Tenang... Tenang... Nadia, kamu gadis berpendidikan, wanita metropolis yang tahu adab. Jangan terbawa emosi.
Namun ternyata air mata ini tidak mau berkompromi. Ternyata perih lukaku ini terlalu kuat berontak.
Dia berdiri mendekat ke arah ku. Menghapus air mataku dengan tissue.
Aku berdiri. Tak tahan rasanya memendam sesak di dalam dada. Persetan dengan gadis berpendidikan. Persetan dengan wanita metropolis yang tahu adab. Amarah ini rasanya sudah di ujung ubun.
Lantang aku berteriak, “Kamu pilih aku atau dia?!” sembari menunjukkan telunjukku ke arah perempuan sialan itu.
Dia terdiam.
“Kamu pilih aku atau dia?!” Kuulangi pertanyaanku, kali ini dengan tinggi nada dua kali lipat. Sontak, meja kami menjadi pusat perhatian tamu-tamu restoran yang lain.
“Kamu duduk dulu, Nadia. Aku akan menjelaskan semuanya.”
“Apa yang harus di jelaskan, Dit?!” Ucapku, kali ini dengan isak tangis. Kulirik perempuan hina itu. Masih terdiam. Sepertinya dia senang dengan keadaanku sekarang. Hatinya mungkin tertawa. Damn!
Aditya mendudukkanku kembali ke kursiku. Dia kembali duduk di kursinya.
“Nadia, aku benar-benar minta maaf.”
“Maaf?! Untuk perselingkuhanmu ini? Untuk pengkhiatanmu ini? Kamu jahat, Dit. Kamu jahat. Jadi sekarang, putuskan! Kamu pilih aku atau dia?” Ucapku memberinya pilihan.
Aditya terdiam.
Emosi aku siramkan air putih dalam gelas ini ke wajahnya.
“Brengsek kamu!!”
Aditya memandang wajahku lekat. Menatap mataku dalam-dalam. Perlahan dia mulai berucap, “Dia istriku, Nadia.”
“Apa?!” Aku mendengarnya samar.
“Dia istriku, Nadia. Istri sah ku sejak sepuluh tahun yang lalu.”
Apa?!... Jadi...
Mataku gelap.


Painting belong to The Long Lost Woods

Jumat, 07 September 2012

#30HariLagukuBercerita



FRIENDS? (FOREVER?)


“Mengapa harus dia, Vi?”
“Mengapa tidak? Aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu, dulu.”
Roman hanya bisa terduduk lesu mendapati kenyataan pahit seperti ini. Wanita yang telah ia puja selama ini telah menjadi milik orang lain. Vinia, sang gadis pujaan tampak membuang jauh-jauh tatap matanya ke depan. Matanya basah.
“Mengapa kamu tidak menungguku, Vi?’
“Mengapa kamu tidak mengatakannya lebih awal? Mengapa tidak pada saat lulusan itu?”
“Karena pada saat itu aku kira ini hanya rasa suka sesaat, Vi. Hanya sekedar rasa penasaranku kepada gadis termanis di sekolah kita. Kamu.”
“Bukankah sudah aku bilang, if you got something that you need to say, you better say it right now cause you don't have another day. Dan semua benar terjadi. Tak ada lagi hari itu. Aku sudah di miliki orang lain.”
“Tetapi aku ‘kan lalu mengatakannya, Vi.”
“Lewat telpon itu? Pengecut kamu Rom.”
Roman berdiri, mengeluarkan bungkus rokok dari saku bajunya. Mengeluarkan sebatang. Menyulutnya. Menghisapnya dalam-dalam. Menghembuskan nafasnya jauh ke depan kuat-kuat. Lalu ia tertawa.
“Lalu, mengapa harus dia?”
“Mengapa harus dia? Rom, cinta tak pernah kenal kata mengapa. Cinta bisa datang kepada siapa saja. Begitu saja.”
“Tetapi, mengapa harus dia? Mengapa harus laki-laki tua yang seharusnya lebih pantas menjadi ayahmu dari pada suamimu. Mengapa?” Suara Roman meninggi.
“Apa salahnya. Aku free. Dia free. Aku tidak pernah ada komitmen apapun dengan kamu. Benar ‘kan? Pun dengan dirinya. Dia sudah tidak lagi memiliki istri. Tidak ada yang salah bukan jika kami memutuskan untuk menikah dan hidup bersama.” Jawab Vinia berargumen.
“Tetapi mengapa harus dia. Arrghhh....” Roman membuang rokoknya yg tinggal seujung.
“Kita sudah dua puluh lima tahun, Roman. Bukankah kita sudah cukup dewasa untuk menghadapi semua ini. Apalagi kamu lulusan luar negeri. Aku harap kamu bisa mengerti.”
Roman terdiam. Ada raut sesal tergambar dalam wajahnya yang menyusut kecut. Ah, andai waktu bisa diulang.
 “Di sini kalian rupanya.” Seorang lelaki paruh baya datang.
“Iya mas, ini aku ngobrol sama Roman.” Jawab Vinia.
“Rom, Ayah ada perlu sebentar dengan istri ayah. Itu di depan tamu ayah nanyain.”
Roman hanya bisa mengangguk.
“Mas masuk duluan saja ya, nanti aku susul.” Ucap Vinia.
Ayah Roman berjalan masuk ke dalam rumah. Vinia membereskan gelas-gelas dan toples roti dan di bawanya masuk ke dalam rumah. Sebelum hilang di balik pintu, Vinia menoleh ke arah Roman.
“Rom, kita masih teman bukan?” teriak pelan  Vinia.
Roman kembali hanya bisa mengangguk.
“Forever?”
Roman hanya bisa tersenyum.


Inspirasi lagu Graduation (Friends Forever) oleh Vitamin C.
Gambar dari desipainters.com


Senin, 13 Agustus 2012

BIG THANK for All of you Guyz :)


Update  #SembakoRamadhan ya fren. Puji syukur, dalam waktu singkat yang hanya 10 hari saja, total donasi yang kita terima sekitar tujuh juta-an untuk Surabaya (SBY). Donasi tunai ini akan di konversi dengan sembako dan akan didistribusikan tgl 16 dan 17 Agustus ini ya. Yg mau ikut monggo lho.
Terimakasih @hokben Surabaya, @EFsurabaya , @Cido24jam Printing, @CoffeeToffeeSBY Raya Klampis dan JX A.Yani,  @matchboxtoo Jl.Jawa 33,  @hetOost Kaffe  Jl. Kaliwaron 60 , @dapurcokelat Jl. Biliton  dan @HARDROCKFMSBY  untuk supportnya kepada #SembakoRamadhan
Juga tak lupa, Big thank to semua tweeps yang bersedia membantu meretweet tentang #SembakoRamadhan ini ^^ *sungkemsatusatu*. Andddd.....a lot of thank untuk semua donatur #SembakoRamadhan yang telah bersedia berbagi. You rock guyz...

Berikut recap dan jadwal pembagian Donasi #SembakoRamadhan
Total celengan : 2.311.700

Pengeluaran :
Tambahan pembelian beras : 30 + 20 paket : 1.012.500 + 675.00 = 1.687.500
Celengan + akrilik : 299.200

Sisa : 325.000

Total paket sembako :
Total dr trf : 5.000.000 (100 paket)
Total dr Lila dkk : 50 paket (non beras)
Total dr sisa celengan : 6 paket
TOTAL  PAKET:  156 paket

Daftar bagi sembako:
16 Ags :
9 pagi : Korps Cacat Veteran RI : 26 paket
2 sore : Kedung Tarukan : 59 paket

17 Ags :
9 pagi : Wonokromo : 21 paket
1 siang: Pulo Wonokromo : 45 paket

*Untuk dokumentasi menyusul
** Bagi yang bersedia membantu distribusi (menyediakan mobil) bisa mention aku @banggavann, serta @theonlykika selaku koordinator Surabaya di twitter ya, atau langsung ke nomor hapeku di 08971558888.

Terimakasih :)

Kamis, 02 Agustus 2012

TEN Days for TONs Kindness

Pengumpulan donasi berakhir, tunggu update berikutnya :)

Yuk mulai cerita #SembakoRamadhan ya ^^ 

Apa sih #SembakoRamadhan itu? Sembako Ramadhan adalah konsep donasi yg awalnya menjodohkan atau mengkonversikan jatah sisa uang rokok di bulan puasa menjadi paket-paket sembako untuk di sumbangin kepada yang membutuhkan. Pada tahun lalu #SembakoRamadhan ini cuma ada di Jakarta, tetapi tahun ini kita coba bikin dengan konsep yang sama di Surabaya.
Lalu penjelasan selanjutnya? Begini, karena kalau puasa kan jatah rokok berkurang tuh, nah...daripada tidak terpakai, maka kamu bisa menyalurkannya ke #SembakoRamadhan#SembakoRamadhan ini tidak anti atau pro kepada perokok atau kegiatan merokok, hanya saja melihat bahwa selama puasa konsumsi rokok pasti berkurang bukan? jadi bisa dimanfaatkan.
Cara menghitungnya adalah sebagai berikut, misal sebulan kamu hemat 5 pak rokok = 5x10 ribu kan? Sumbangkan ke #SembakoRamadhan bisa menjadi 1 paket sembako. SURVEY menyebutkan, satu keluarga dengan dua anak butuh 5 liter beras, 1/2 kg gula, 1/2 kg minyak untuk hidup seminggu. Nah, berguna banget kan? ^^
Donasi sebenernya bebas, Tidak harus kelipatan 50 ribu. Dan kamu juga tidak harus seorang perokok jika mau donasi. Donasi ini terbuka UNTUK UMUM kepada semua yang peduli nasib Dhuafa di sekitar kita. 
Trus gimana kalo mau nyumbang?? Ada 2 cara, yakni transfer dan "nabung" kebaikan langsung ke celengan-celengan ayam atau celengan-celengan unyu yang tersebar di beberapa titik di Surabaya. 

Untuk TRANSFER sila ke Sekar Pandan Wangi BCA 310-1922-667 atau Mandiri 117-000-601494-8. Pada berita transfer isi kode JKT atau SBY utk sasaran kota yg kamu sumbang atau jika pake ATM manual, sebagai kode... tambahkan Rp.1,- untuk donasi JKT dan Rp.2,- untuk donasi SBY.

Untuk NABUNG KEBAIKAN langsung bisa donasi tunai di CELENGAN AYAM atau CELENGAN UNYU yang tersebar di beberapa titik berikut:


1.      @coffeetoffeesby Raya Klampis Jaya & JX Jatim Expo A.Yani
2.      @matchboxtoo Jl.Jawa 33 
3.      @dapurcokelat Jl. Biliton (Depan Pom Bensin Biliton)
4.      @HokBen HOKA HOKA BENTO semua outlet di Surabaya dan Sun City Sidoarjo
5.      @efsurabaya Surabaya Plaza, Jemursari, Kayun dan Sidoarjo
6.      @hetOost Jl. Kaliwaron 60 Surabaya
7.      Booth Kebab Kings (Depan Indomaret Ploso Baru Surabaya) owned by @manusiafana


Utk Donasi transfer akan ditutup tgl 12, dan celengan tgl 11 Agustus ya ^^ Karena kita akan bagi sembakonya Insya Allah pada tanggal 16 dan 17 Agustus utk Surabaya.


Untuk Info lebih lengkap tentang #SembakoRamadhan ini, silahkan cek linimasa @SembakoRamadhan, klik website nya di http://www.sembakoramadhan.com , atau bisa juga tanya langsung denganku di twitter @banggavann, serta @theonlykika & @sosronegoro selaku koordinator.
            
          Ingat tweeps, it's only for ten days to go, so hurry!! let's share, show we are care. Mari berbagi karena kita peduli #SembakoRamadhan #10days4tonskindness #SR \(^^,)/